Kamis, 17 November 2011

PEMERIKSAAN FISIK KULIT




BAB I
PENDAHULUAN

Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien.Biasanya, pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis, mulai dari bagian kepala dan berakhir pada anggota gerak. Setelah pemeriksaan organ utama diperiksa dengan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi, beberapa tes khusus mungkin diperlukan seperti test neurologi.

Pemeriksaan fisik dalam keperawatan digunakan untuk mendapatkan data objektif dari riwayat keperawatan klien. Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan wawancara. Fokus pengkajian fisik keperawatan adalah pada kemampuan fungsional klien.Tujuan dari pemeriksaan fisik dalam keperawatan adalah untuk menentukan status kesehatan klien, mengidentifikasi masalah klien danmengambil data dasar untuk menentukan rencana tindakan keperawatan.










BAB II
PEMBAHASAN

Pada pemeriksaan fisik kulit, alat yang digunakan dalam pemeriksaan fisik system kulit adalah menggunakan seluruh telapak tangan dan jari, kiri dan kanan dengan maksud meraba dan merasakan dan menggunakan kedua mata untuk melihat pemeriksaan pada kulit dan teknik pemeriksaan yang digunakan pada pemeriksaan kulit adalah Palpasi dan Inspeksi.

Inspeksi Kulit
·         Observasi tampilan keseluruhan klien dari jarak 90 – 180 cm, perhatikan corak kulit,warna keseluruhan,variasi warna dan tampilan umum
·         Perhatikan adanya bau badan, terutama bau yang tidk umum, seperti bau apek atau asam.Ingat selalu bahwa latar belakang budaya klien dapat mempengaruhi standar hygine dan kerapian
·         Perhatikn adanya gangguan pigmentasi,bintik bintik,kutil,kulit terbakar.
·         Observasi dan dokumentasikan adanya lesi berdsarkan pertimbangan berikut :
-          Morfologi ( deskripsi klinis ), lesi : perhatikan ukuran, bentuk atau konfigurasi, warna, elevasi dan depresi, dan tekstur. Catat bau, warna, konsistensi, dan jumlah eksudat. Gunakan senter untuk mengkaji warna lesi dan elevasi garis batasnya. Gunakan Transiluminator untuk mengkaji cairan didalam lesi dengan menggelapkan ruangan dan menempatkan ujung iluminator sejejr dengan sisi lesi; lesi yang berisi cairan akan bersinar merah. Gunakan lampu woods untuk mengkaji lesi jamur dan kaca pembesar untuk mnegkaji lesi yang kecil.
-          Distribusi
Distribusi dapat bervariasi sesuai dengan perkembangan penyakit atau faktor eksternal. Perhatikan pola inspeksi pertama; banyak gangguan putih yang melibatkan area kulit tertentu. Pengkajian distribusi termasuk meluasnya gangguan,pola penyebaran dan karakteristik lokasi.
-          Lokasi ( berhubungan dengan area kulit total )
Perhatikan apakah pola lesi adalah lokal, regional atau umum. Perhatikan juga area mana yang terkena, seperti permukaan fleksor atau ekstensor.
-          Konfigursi atau pola
Konfigurasi dapat membantu menentukan penyebab. Perhatikan apakah lesi tersebut bersifat diskret ( terpisah dan jelas ), coalesced ( menyatu atau bercampur), bergerombol, difusi, linear, anuler atau arciform ( bersusun berbentuk kurva atau lengkungan ).

Ketika menginspeksi kulit klien, ingat variasi normal budaya dan perkembangan klien sebagai berikut :
Ø  Klien dengan kulit gelap dapat mempunyai garis futcher ( garis diagonal berpigment dari bahu sampai ke siku ) dan garis pigmentasi dalam pada telapak tangan  dan kaki.
Ø  Bayi dengan lemak subkutan yang sedikit dapat tampak lebih merah daripada bayi dengan lemak subkutan yang lebih banyak. Bayi berkulit gelap tampak lebih terang pada sat lahir daripada setelah berusia 2 atau 3 bulan.
Ø  Klien Remaja sering mengalami lesi jerawat atau peningkatan bau badan.

Palpasi Kulit
1.      Perhatikan tekstur umum kulit dan lokasi perubahan, seperti kekasaran.
2.      Kaji suhu dengan menggunakan permukaan dorsal jari jari atau tangan yang paling sensitif terhadap persepsi suhu.
3.      Kaji kelembaban dengan permukaan dorsal tangan dan jari jari yang relatif kering untuk mencegah kelembaban klien dengan perawat. Kelembaban terbesar terdapat di telapak tangan, telapak kaki, dan lipatan kulit.
4.      Kaji turgor kulit dengan menggenggam dan menarik lipatan kulit dengn perlahan, dan melepaskannya, observasi berapa cepat kulit kembali ke bentuk nomal nya.

Yang di palpasi pada kulit, pertama-tama dirasakan kehangatan kulit, (dingin-hangat-demam), kemudian kelembabannya, pasien dehidrasi terasa kering dan pasien hipertyroidisme berkeringat terlalu banyak.
• Texture kulit
Dirasakan halus, lunak, lentur, pada kulit normal.
• Turgor
Dinilai pada kulit perut dengan cubitan ringan. Bila lambat kembali ke keadaan semula, menunjukkan turgor turun pada pasien dehidrasi.
• Krepitasi
Teraba ada gelembung-gelembung udara dibawah kulit akibat fraktura tulang-tulang iga atau trauma leher yang menusuk kulit sehingga udara paru-paru bisa berada dibawah kulit dada.
• Edema
Adalah terkumpulnya cairan tubuh dijaringan tubuh lebih daripada jumlah semestinya.


Inspeksi Rambut dan kulit kepala
·         Ketika mengkji rambut,perhatikan kuantitasnya,tekstur,warna dan distribusinya.ingat bahw faktor tersebut sangat bervariasi antra individu dan dipengruhi oleh ras dan asal etnis.variasi pertumbuhan dan distribusi rambut,termasuk kebotakan herediter dan rambut wajah yng berlebihan,terjadi secara alami dan tidak bisa dicegah.
 Adapun variasi warna kulit :
• mole adalah pertubuhan daging yang berpigmen atau digunakan secara longgar, setiap noda pada kulit
• birthmark adalah suatu cacat yang melingkar atau titik pada kulitbersifat kongenital
• strethmark/ striae adalah garis atau alur yang bewarna merah muda atau ungu yang selanjutnya berwarna putih.
• Hipopigmentasi adalah warna kulit menjadi lebih terang.

 warna kulit terdiri:
-          erythema adalah kemerahan pada kulit yang dihasilkan oleh kongesti pembuluh kapiler.
-          Pallor adalah kulit tampak pucat.
-           Jaundice adalah warna kekuningan pada kulit.
-           Cyanosis adalah warna kebiruan pada kulit akibat konsentrasi hemoglobin tereduksi yang berlebihan dalam darah
-          Eccymosis adalah bercak perdarahan pada kulit yang kecil yang membentuk bercak biru atau ungu yang bundar atau tidak teratur serta tanpa elevasi.

kondisi kulit abnormal :
-          macula adalah bercak, bintik atau penebalan.
-           Papula adalah tonjolan lesi pada kulit yang kecil, terbatas tegas dan padat.
-          Vesikula adalah badan kecil seperti kantung.
-          Pustula adalah lesi kulit yang kecil, menonjol, berbatas dan menandung nanah.
-          Ulkus adalah suatu luka terbuka yang berbentuk bundar atau oval.
-          Crusta adalah Cairan tubuh yang mengering, bisa dari serum, nanah, darah dan sebagainya.
-          Excoriasi adalah setiap pengelupasan substansi superfisial, seperti terjadi pada kulit akibat garukan.
-           Fissura adalah Retak atau pecahnya jaringan kulit sehingga terbentuk celah retakan. Hal ini diakibatkan penurunan elastisitas jaringan kulit.
·         Cicatrix adalah Pembentukan jaringan ikat pada kulit sesudah penyembuhan luka. Pengkajian kulit kepala harus menyatakan permukaan yang bersih,bebas debris,dengan distribusi folikel rambut yang seimbang.
·         Ingatlah variasi perkembangan normal berikut ini:
-bayi secara normal kehilangan rambut lahirnya dalam 3 bulan
-pada remaja rambut pubis dan aksila mulai tumbuh.
-pada lansia rambut beruban dan menipis

Inspeksi kuku
·         Inspeksi kuku warna,konsistensi,kehalusan,kesimetrisan,dan adanya keretakan,begitu juga panjang kuku,ujung kuku yang digigiti tau bergerigi dan kebersihannnya.
·         Kaji sudut antara kuku jari tangan dan dasar kuku biasanya sekitar 160 derajat.dengan meletakkan penggaris lucite melintang dipermukaan dorsal jari dan kuku,dan mengobservasi sudut yang terbentuk dimana lipatan kuku proksimal bertemu dengan plat kuku.


Palpasi rambut dan kuku
·         Untuk mempalpasi rambut klien,pegang beberapa rambut diantra jari telunjuk dan ibu jari.rasakan kekeringan,kerapuhan,kandungan minyak dan ketebalannya.
·         Ketika mempalpasi kuku kaji kekerasan dasar kukudan keretakan kuku dengan bantalan kuku; rongga dan bengkak menyertai clubbing.

Pemeriksaan penunjang pada kelainan kulit :
Seperti pada penyakit sifilis :
PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Treponema Pallidum
Dengan cara mengambil dari kulit dan limpa nodus kemudian dilihat pergerakannya dengan mikroskop lapangan gelap yang dilakukan 3 kali berturut-turut

b. Test nontreponemal serologic misalnya:
- Veneral disease research laboratory (VDRL)
- Rapid plasma regain (RPP)
- Automated regain test (RST)

c. Treponemal serologi test
Misalnya:
- Florescent treponema antibody absorption (FTA-ABS)
- Microrohemagglutination Assay (MHA-TP)
- Treponema Pallidum hemaggulation assay (TPHA-TP)

d. Neorosifilis: Test CSF
- WBC
- VDRL Positif Treponema Pallidum pada tahap primer dan sekunder namun tidak ditemukan pada tahap laten
 dan tersier
Digunakan untuk konfirmasi screening test positif, meningkatnya antibody non spesifik 1-3 minggu timbulnya chancre atau 4-6 minggu. Kembali negative pada 6-12 bulan setelah penatalaksanaan sifilis primer, dan 12-18 bulan setelah pengobatan sifilis sekunder.
Digunakan untuk screening positif yang dilaporkan seperti reaktif lebih cepat pada tahap primer dan tetap reaktif lebih lama pada sifilis laten serta akan tetap reaktif sampai sesudah pengobatan dan hasilnya tak berubah dengan aktifitas penyakitnya.
> 5 WBC mm3
diagnostic neorosifilis jika hasilnya positif




























DAFTAR PUSTAKA

                   Burnside,McGlynn.1995. Diagnosis fisik. Jakarta : EGC

Morton, Patricia gonce.1997.Panduan pemeriksaan kesehatan dengan dokumentasi SOAPIE. jakarta: EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulis Komentnya Disini yaxc!!!!